WARTA KETAPANG – Merasa tak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Ketapang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, warga Perumahan Permata Dalong, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terpaksa melakukan perbaikan jalan secara swadaya melalui gotong royong.
Ketua RT setempat, Zakaria, mengatakan material yang digunakan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut murni berasal dari hasil urunan warga. Mulai dari batu, pasir, hingga semen disiapkan secara mandiri demi memperbaiki kondisi jalan yang kian memprihatinkan.
“Material seperti batu, pasir, dan semen itu hasil urunan warga. Antusias warga tinggi karena kondisi jalan sudah semakin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujar Zakaria, Senin (15/12/2025).
Ia menjelaskan, sebelumnya warga telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan lingkungan tersebut kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH). Namun hingga penganggaran murni maupun perubahan APBD Tahun 2025, belum ada realisasi perbaikan jalan.
“Di anggaran perubahan tahun 2025 ini, di komplek perumahan kami hanya ada pembangunan drainase, itu pun dari Dinas PUPR. Untuk perbaikan jalan sama sekali belum ada,” paparnya.
Zakaria menambahkan, pada tahun 2024 lalu sempat ada kegiatan perbaikan jalan oleh Dinas Perkim-LH. Namun, pekerjaan tersebut dinilai tidak menyentuh titik paling krusial.
“Memang ada pembangunan tahun lalu, meskipun hanya beberapa ratus meter. Itu pun dilakukan di badan jalan rabat beton yang kondisinya masih bagus, hanya disenset oleh pelaksana. Bukan di jalan utama masuk perumahan yang saat ini justru hancur parah,” ungkapnya lirih.
Ia menilai kondisi saat ini jauh lebih memprihatinkan karena tidak adanya alokasi perbaikan jalan sama sekali dari APBD, sehingga warga harus mengambil inisiatif sendiri.
Zakaria berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang dapat segera turun tangan dan memperhatikan kondisi infrastruktur dasar di lingkungan perumahan tersebut.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Jalan ini merupakan akses utama warga, dan sudah seharusnya menjadi prioritas pembangunan,” pungkasnya.
(ry)











